Epidemiologi - Konsep Dasar Timbulnya Penyakit

Oleh: Amrin Madolan Pada: 2016/01/09

BAB II : KONSEP DASAR TIMBULNYA PENYAKIT


A. Segitiga Epidemiologi


Dalam pandangan epidemiologi klasik dikenal segitiga epidemiologi (epidemiologi triangle) yang digunakan untuk menganalisa terjadinya penyakit. Segitiga ini terdiri atas (host), agen (agent), dan lingkungan (environment)

Segitiga Epidemiologi
Segitiga Epidemiologi

Konsep ini bermula dari upaya untuk menjelaskan proses timbulnya penyakit menular dengan unsur-unsur mikrobiologi yang infeksius sebagai agen, namun selanjutnya dapat pula digunakan untuk menjelaskan proses timbulnya penyakit yang tidak menular dengan memperluas pengertian ‘agen’.

Dalam konsep ini faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Agen penyakit (faktor etiologi)

Agen penyakit meliputi:
  • Zat nutrisi : ekses (kolesterol)/defisiensi (protein);
  • Agen kimiawi : zat toksik (CO)/ alergen (obat);
  • Agen fisik : (radiasi);
  • Agen infeksius : parasit, protozoa, bakteri, jamur, riketsia dan virus.
2. Faktor pejamu (faktor instrinsik) : mempengaruhi pajanan, kerentanan, respon terhadap agen.

Faktor Pejamu terdiri dari:
  • Genetik (buta warna);
  • Usia;
  • Jenis kelamin;
  • Ras;
  • Status fisiologis (kehamilan);
  • Status imunologis (hipersensitivitas);
  • Penyakit lain yang sudah ada sebelumnya;
  • Perilaku manusia (diet).
3. Faktor lingkungan (faktor ekstrinsik) : mempengaruhi keberadaan agen, pajanan atay kerentanan terhadap agen.

Faktor Lingkungan dapat berupa:
  • Lingkungan fisik (iklim);
  • Lingkungan biologis : populasi manusia (kepadatan penduduk), flora (sumber makanan), dan fauna (vektor artropoda).
  • Lingkungan sosial ekonomi : Pekerjaan (pajanan terhadap zat kimia), Urbanisasi dan perkembangan ekonomi (kehidupan perkotaan), Bencana dan musibah (banjir).

B. Konsep Timbulnya Penyakit dalam Pandangan Epidemiologi Moderen


Kejadian timbulnya penyakit dalam pandangan epidemiologi moderen merupakan sebuah proses yang bersifat multikausal, yaitu sebagai pengaruh sejumlah faktor resiko dan faktor preventif beserta interaksi antara masing-masing faktor tersebut.

C. Riwayat Alamiah Penyakit (Natural History Of Disease)

Perkembangan secara alamiah suatu penyakit (tanpa intervensi/campur tangan medis) sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural. Proses perjalanan penyakit secara umum dapat dibedakan atas :

1. Tahap Pre Patogenesis (Stage of Susceptibility)
2. Tahap Inkubasi (Stage of Presymtomatic Disease)
3. Tahap Penyakit Dini (Stage of Clinical Disease)
4. Tahap Penyakit Lanjut
5. Tahap Akhir Penyakit

Konsep Dasar Timbulnya Penyakit Menurut Epidemiologi Moderen

1. Tahap Pre Patogenesis (Stage of Susceptibility)

Terjadi interaksi antara host – bibit penyakit –lingkungan, interaksi di luar tubuh manusia, Penyakit belum ditemukan, daya tahan tubuh host masih kuat, sudah terancam dengan adanya interaksi tersebut. (tahap ini kondisi masih sehat)

2. Tahap Inkubasi (Stage Of Presymtomatic Disease)

Bibit penyakit sudah masuk ke dalam tubuh host, gejala penyakit belum nampak. Tiap penyakit mempunyai masa inkubasi berbeda‐beda : beberapa jam, hari, minggu, bulan sampai bertahun‐tahun 

Tahap Inkubasi : Dimulai dari masuknya bibit penyakit sampai sesaat sebelum timbulnya gejala. Daya tahan tubuh tidak kuat, penyakit berjalan terus, terjadi gangguan pada bentuk dan fungsi tubuh, penyakit makin bertambah hebat dan timbul gejala.

Horison Klinik : Garis yang membatasi antara tampak atau tidaknya gejala penyakit

3. Tahap Penyakit Dini (Stage Of Clinical Disease)

Dihitung dari munculnya gejala penyakit. Tahap ini pejamu sudah merasa sakit (masih ringan) penderita masih dapat melakukan aktivitas (tidak berobat)

4. Tahap Penyakit Lanjut

Penyakit makin bertambah hebat Penderita tidak dapat melakukan pekerjaan. Jika berobat umumnya telah memerlukan perawatan (bad rest).
5. Tahap Akhir Penyakit

Perjalanan penyakit akan berhenti. Berakhirnya perjalanan penyakit. Beberapa keadaan yaitu :
  • Sembuh sempurna. Baik bentuk dan fungsi tubuh kembali semula seperti keadaan sebelum sakit
  • Sembuh dengan cacat. Penderita sembuh, kesembuhan tidak sempurna, ditemukan cacat pada pejamu. Kondisi cacat berupa cacat fisik, fungsional dan sosial.
  • Karier. Perjalanan penyakit seolah‐olah terhenti. Gejala penyakit tidak tampak (dalam diri pejamu masih ditemukan bibit penyakit). suatu saat penyakit dapat timbul kembali (daya tahan tubuh menurun)
  • Kronis. Perjalanan penyakit tampak berhenti, gejala penyakit tidak berubah tidak bertambah berat atau ringan.
  • Meninggal Dunia. Terhentinya perjalanan penyakit pejamu meninggal dunia. (keadaan yang tidak diharapkan) 
Informasi riwayat alamiah penyakit bermanfaat untuk :
  • Diagnostik : Masa inkubasi : pedoman penentuan jenis penyakit
  • Pencegahan : Mengetahui rantai perjalanan penyakit, mudah dicari titik potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit
  • Terapi : fase paling awal, lebih awal diberikan lebih baik hasil yang diharapkan.
Mitra Kesehatan Masyarakat, Selanjutnya kita masuk pada pembahasan berikutnya yaitu pada

BAB III: EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF
logoblog
logoblog

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Anda Sangat Bermanfaat bagi Kami dan Pembaca Lainnya. Untuk mendapatkan pemberitahuan tentang komentar dan posting blog ini silakan ikuti blog ini di bagian bawah.