Pengaruh Pil KB Terhadap Kesehatan

Oleh: Amrin Madolan Pada: 2016/01/04

Ketika pil KB dikonsumsi dengan tepat, maka dapat mencegah kehamilan hingga lebih dari 99 persen. Artinya dari 1000 wanita yang mengkonsumsi pil KB sebagai metode kontrasepsi, kurang dari sepuluh orang yang mengalami kegagalan berupa kehamilan. Namun di balik efektivitas pil KB tersebut, adakah Pengaruh pil KB Terhadap Kesehatan?

Pil KB mencegah kehamilan melalui kandungan hormon estrogen dan progestin, dengan menghambat indung telur berovulasi atau melepaskan sel telur. Selain itu, pil juga akan membuat sperma kesulitan mencapai sel telur atau menghalangi sel telur menempel pada lapisan rahim.

Sejalan dengan cara kerja pil KB tersebut, tidak jarang menimbulkan efek samping bagi penggunanya. Mulai dari yang sangat ringan, hingga dampak yang cukup mengganggu. Berikut ini beberapa Pengaruh Pil KB terhadap Kesehatan:

Mual


Reaksi ini kemungkinan akan hilang dalam dua bulan. Cobalah untuk mengkonsumsi bersama dengan makanan sebelum beralih ke metode kontrasepsi lain.

Sakit kepala dan rasa tidak nyaman pada payudara


Efek ini biasanya akan terasa pada awal mengkonsumsi pil KB. Jika efek tersebut tidak berkurang, pertimbangkan untuk berganti merek obat atau metode kontrasepsi dan konsultasi dengan dokter.

Pendarahan secara tiba-tiba di luar masa haid

Pil KB
Pil KB
Pengguna pil KB bisa saja mengalami pendarahan yang terjadi tanpa diduga, di luar masa haid. Mengkonsumsi pil KB dengan waktu yang sama tiap hari kemungkinan bisa membantu meringankan. Namun jika Anda merasa khawatir atau tidak nyaman, konsultasi dengan dokter.

Peningkatan berat badan


Walau tergolong efek samping yang jarang, beberapa wanita mengalami kenaikan berat badan tubuh. Hal ini umumnya terjadi karena penumpukan cairan. Efek samping ini biasanya tidak berlangsung lama dan berat badan bisa kembali normal setelah beberapa waktu menggunakan pil KB.

Gairah 5eks yang menurun


Jika mengalami hal ini, Anda bisa mencoba jenis pil KB yang berbeda. Sebagian wanita bisa terbantu jika menggunakan pil yang mengandung hormon androgen. Apabila hal tersebut tidak berhasil, ganti metode kontrasepsi Anda.

Perubahan suasana hati yang terjadi secara mendadak


Jika tidak ada hal lain yang menyebabkan hal itu dan pil KB dirasa sebagai penyebab utama, Anda dapat beralih ke metode kontrasepsi nonhormonal.

Ketika baru mulai mengkonsumsi obat, efek samping yang terjadi bisa mengganggu. Tapi pada umumnya gejala efek samping akan berkurang seiring tubuh menyesuaikan diri dengan penggunaan obat. Namun jika Anda tidak tahan atau gejala tidak mereda, Anda dapat beralih ke merek atau metode kontrasepsi lain.

Kemungkinan Dampak Lebih Serius


Bagi sebagian besar wanita, pil KB aman untuk dikonsumsi dan hanya menimbulkan efek samping yang ringan. Meski demikian, perlu diketahui bahwa alat kontrasepsi ini memiliki risiko lain yang tergolong tinggi, terutama bagi wanita dengan kondisi tertentu.

Kandungan hormon estrogen dalam pil KB dapat menyebabkan darah lebih mudah menggumpal. Jika sampai terbentuk gumpalan darah beku, maka dapat menyebabkan trombosis vena pada kaki, gumpalan darah beku pada paru-paru atau memicu serangan jantung atau stroke.

Risiko ini memang tergolong sangat jarang dialami, namun konsultasi kembali dengan dokter jika Anda memiliki faktor risiko yang membuat Anda lebih rentan.

Sementara itu, penelitian mengenai kaitan efek samping pil KB dengan kanker payudara masih terus dilakukan. Ada yang menyebutkan pengguna alat kontrasepsi hormonal, termasuk pil, memiliki kemungkinan sedikit lebih tinggi untuk terdiagnosa kanker payudara.

Namun dengan berhenti mengkonsumsi pil KB selama 10 tahun, risiko terkena kanker payudara akan kembali menurun seperti mereka yang tidak pernah mengkonsumsi pil KB. Sementara untuk risiko kanker serviks dan sejenis kanker hati, belum terbukti sepenuhnya terkait dengan penggunaan pil KB.

Untuk itu, penting untuk mengetahui tentang adanya beberapa kondisi yang dapat terjadi akibat efek samping pil KB yang serius, antara lain:
  1. Nyeri di bagian dada.
  2. Sakit perut.
  3. Gangguan pandangan, misalnya pandangan kabur atau samar.
  4. Sakit kepala yang tidak tertahankan.
  5. Bengkak atau nyeri pada kaki dan paha.

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segera temui dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Gejala tersebut bisa merupakan indikasi penyakit berbahaya, seperti gangguan pada organ hati, empedu, hati, pembekuan darah, stroke, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung.

Faktor-faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan


Metode kontrasepsi pil ini terbilang praktis karena dapat dibeli secara bebas. Namun, sebelum memutuskan menggunakannya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli medis atau dokter. Bagi wanita dengan dua atau lebih ciri-ciri berikut sebaiknya menghindari konsumsi pil KB:
  1. Berusia lebih dari 35 tahun.
  2. Berat badan berlebih atau obesitas dengan indeks masa tubuh atau body mass index 35 atau lebih.
  3. Perokok atau baru saja berhenti merokok selama satu tahun.
  4. Memiliki saudara dekat yang memiliki riwayat gumpalan darah beku pada usia kurang dari 45 tahun.
  5. Tidak mampu bergerak untuk periode yang panjang, misalnya karena menggunakan kursi roda atau kaki yang harus menggunakan gips.

Jika Anda hanya mengalami satu dari faktor-faktor yang disebutkan di atas, Anda bisa mengkonsumsi pil KB, tapi secara berhati-hati. Kenali efek samping yang telah disebutkan di atas dan konsultasi dahulu pada dokter sebelum mulai mengkonsumsi pil KB.

Anda juga sebaiknya menghindari pil KB jika:
  1. Memiliki riwayat penggumpalan darah.
  2. Menderita serangan migrain yang parah
  3. Memiliki gangguan empedu atau hati.
  4. Memiliki kelainan jantung atau sakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi.
  5. Mengidap diabetes dengan komplikasi atau terserang diabetes lebih dari 20 tahun.
  6. Mengidap kanker payudara.Pengaruh Pil Kb Terhadap Siklus Menstruasi

Secara umum, menstruasi yang tidak teratur memang merupakan salah satu efek samping dari pil KB (bisa lebih jarang atau lebih sering).
  1. Efek samping lain yang juga dapat ditemukan, antara lain:
  2. Spotting atau keluarnya bercak-bercak darah di luar siklus menstruasi
  3. Rasa nyeri payudara
  4. Sakit kepala
  5. Mual
  6. Rasa kembung
  7. Peningkatan berat badan (jadi harus meningkatkan aktivitas fisik)
  8. Tidak menstruasi (lebih sering pada KB suntik)
  9. Berubahnya siklus menstruasi (bisa terlambat atau maju)

Demikian informasi mengenai Pengaruh Pil KB terhadap Kesehatan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam Mitra Kesehatan Masyarakat!!!!
logoblog
logoblog

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Anda Sangat Bermanfaat bagi Kami dan Pembaca Lainnya. Untuk mendapatkan pemberitahuan tentang komentar dan posting blog ini silakan ikuti blog ini di bagian bawah.