Tips Menyusui dan Penggunaan Kontrasepsi Pasca Persalinan

Oleh: Amrin Madolan Pada: 2016/04/18

Anda mungkin pernah dengar bahwa dengan menyusui, masa subur seorang ibu akan tertunda. Mengapa masa subur ini dianggap Penting? Karena, seperti kita ketahui bahwa kehamilan akan lebih muda terjadi pada saat Anda berada dalam masa subur. Yang dikenal orang dengan masa subur ini sebenarnya adalah perkiraan terjadinya ovulasi (lepasnya sel telur matang dari indung telur).

Bila pada masa subur ini anda melakukan s3nggama tanpa kontrasepsi, maka mungkin saja dapat terjadi kehamilan. Sebaliknya, bila sel telur ini tidak bertemu dengan sel sperma atau tidak terjadi pembuahan, maka kantung sel telur akan mati dan perlahan-lahan kadar hormone estrogen (hormone yang membantu pematangan sel telur dan merangsang pertumbuhan dinding rahim) dan progesterone (hormone yang akan membentuk selaput lendir rahim dan merangsang lapisan lendir rahim untuk menebal) akan menurun. Akibatnya, Pembuluh darah yang mengaliri lapisan dalam rahim mengerut, dan sel-sel yang tadinya menebal pada lapisan dalam rahim ikut luruh. Hal ini yang menyebabkan dinding rahim dan sel telur keluar yang dikenal dengan haid.

Perlu diketahui, masa nifas pada ibu yang baru melahirkan adalah 56 hari. Sesudah jangka waktu tersebut, kalau ibu mengalami pendarahan lagi, maka dikatakan ibu yang bersangkutan telah haid. Dengan kata lain, ibu tersebut sudah mengalami masa subur lagi dan memiliki kemungkinan untuk hamil.

Pilihan yang Aman dan Nyaman


Apabila anda ingin menunda kehamilan, Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan suatu metode kontrasepsi. Perlu diketahui, hingga kini ada begitu banyak alat kontrasepsi yang beredar di pasaran. Sekalipun demikian, Anda tidak bisa begitu saja menentukan metode kontrasepsi yang diinginkan.

Gambar Kontrasepsi Pasca Persalinan
Kontrasepsi Psca Persalinan

Yang sebaiknya Anda pertimbangkan untuk pertama kali adalah metode kontrasepsi yang non-hormonal (tidak menggunakan hormone sebagai bahan aktifnya), karena jenis ini tidak akan mengganggu proses laktasi. Metode non-hormonal ini adalah IUD (Intra Uterin Device) atau spiral, Kondom, Diafragma dan Sterilisasi.

Perlu diketahui, walau aman, masing-masing metode kontrasepsi tersebut memiliki beberapa efek samping khususnya pada masa menyusui.

IUD, misalnya. Selain risiko dikeluarkan lagi oleh tubuh tinggi karena leher rahim masih besar, penggunaan IUD yang terlalu dini (kurang dari 4 bulan setelah melahirkan) juga memungkinkan timbulnya perdarahan akibat adanya rangsangan mekanik, yakni tergeseknya benang IUD ke dinding rahim yang masih tipis yang memungkinkan timbulnya infeksi.

Sehubungan dengan hal itu, dokter harus melakukan prosedur pencegahan infeksi waktu pemasangan maupun pencabutan IUD. Intinya, IUD sebaiknya tidak dipakai oleh mereka yang menderita infeksi pada organ reproduksinya.

Selain IUD, Anda juga dapat meminta pasangan Anda menggunakan kondom. Metode kontrasepsi ini paling rendah efek samping, meski sering menimbulkan rasa tidak nyaman. Efek samping yang timbul biasanya berupa alergi terhadap bahan dasar kondom, yaitu lateks.

Walau masih jarang digunakan, diafragma juga dapat menjadi pilihan Anda. Kontrasepsi ini bentuknya seperti tutup terbuat dari karet yang digunakan bersama-sama dengan gel spermisida (pembunuh sperma). Diafragma harus pas posisinya dalam leher rahim untuk mencegah sperma mencapai sel telur dan membuahinya. Hal ini tidak ada efek samping lain, yaitu kemungkinan terjadinya infeksi dan komplikasi yang diakibatkan oleh pembedahan.

Menyusui dan Masa Subur


Memang, bila Anda memilih menggunakan satu alat kontrasepsi, maka Anda harus siap menghadapi efek samping atau komplikasi yang mungkin timbul menyertainya. Tetapi, tahukah Anda, Ada suatu metode kontrasepsi yang efektif dan bebas komplikasi? Metode tersebut dikenal dengan nama Metode Amenorea Laktasi, disingkat MAL.

MAL dapat mencegah kehamilan, walau hanya beberapa waktu (4 bulan atau paling lama 6 bulan). Perlu diketahui, dalam penggunaan metode ini harus dipenuhi tiga syarat. Yakni:
  1. bayi masih diberi ASI secara eksklusif (belum diberi makanan apapun, dan pemberian ASI lebih dari 8 kali sehari), 
  2. ibu belum haid, dan 
  3. bayi berusia kurang dari 6 bulan.
Bila salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi lagi, maka MAL tidak boleh digunakan karena tidak lagi efektif. Kalau sudah begini sebaiknya Anda memilih metode kontrasepsi lain yang tidak mengganggu laktasi.

Mengapa ketiga syarat itu harus dipenuhi? Berdasarkan pengamatan, frekuensi dan intensitas, menyusui sangat menentukan lamanya periode tidak haid pada ibu yang menyusui berkurang, maka kadar hormon prokaktin akan turun sehingga pengaruhnya untuk menekan pengeluaran FSH (Follicle Stimulating Hormon) dan LH (Luteiniz Hormon, Hormon yang merangsang folikel pecah dan melepaskan sel telur), juga berkurang. Akibatnya, fungsi indung telur akan pulih, khususnya dalam berovulasi dan kemungkinan kehamilan bisa terjadi.

Jadi, ketiga syarat tersebut akan membantu keberadaan hormone prokaktin. Dengan kata lain, terjadi penekanan terhadap produksi hormon-hormon yang mendukung terjadinya kehamilan. Ibu yang bersangkutan akan tidak subur untuk waktu lebih lama.

Perlu diingat, efektivitas metode MAL dapat berkurang bila rutinitas menyusui terganggu. Misalnya, bila bayi baru lahir dibiarkan tidur dan tidak disusui selama enam jam atau lebih, sehingga frekuensi dan intensitas menyusui juga berkurang.

Setelah tidak memenuhi tiga syarat lagi, Anda boleh melanjutkan menunda kehamilan dengan metode kontrasepsi yang lain. Bila Anda ingin lebih mantap dalam memilih metode kontrasepsi yang akan digunakan, Anda sebaiknya mengunjungi dokter atau petugas kesehatan terdekat. Hal ini penting demi kelancaran kegiatan menyusui Anda.

Demikianlah yang dapat kami bagikan kepada Mitra Kesehatan Masyarakat tentang Tips Menyusui dan Penggunaan Kontrasepsi Pasca Persalinan, semoga dapat bermanfaat. Jika anda merasa ada teman atau orang lain yang membutuhkan informasi ini, tolong bagikan ke media sosial seperti facebook, twitter, google+ atau media sosial lainnya. Akhirnya kami ucapkan terima kasih atas kunjungan dan partisipasinya.
logoblog
logoblog

2 komentar:

  1. Super sekali tipsnya... terimakasih pak amrin madolan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trima kasih balik atas apresiasi dan kunjungannya.

      Hapus

Komentar Anda Sangat Bermanfaat bagi Kami dan Pembaca Lainnya. Untuk mendapatkan pemberitahuan tentang komentar dan posting blog ini silakan ikuti blog ini di bagian bawah.