10 Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner yang Dapat Diperbaiki

Faktor risiko dapat berupa semua faktor penyebab (etiologi) ditambah dengan faktor epidemiologi yang berhubungan secara independen dengan penyakit. Faktor risiko merupakan faktor-faktor yang keberadaannya berkedudukan sebelum terjadinya penyakit.

Dikenal berbagai macam faktor risiko Penyakit Jantung Koroner, namun secara garis besar dapat dibagi dua. Yang pertama adalah faktor risiko yang dapat diperbaiki (reversible) atau bisa diubah (modifiable) dan yang kedua yang sudah menetap atau tidak bisa diubah (non-modifiable).

Faktor risiko seperti umur, jenis kelamin, anatomi pembuluh koroner dan faktor metabolisme adalah faktor-faktor alamiah yang sudah tidak dapat diubah. Sedangkan masih terdapat berbagai faktor lain yang justru masih dapat diperbaiki dan inilah yang perlu diperhatikan dan dibicarakan selanjutnya.

Penyakit Jantung Koroner

Faktor-faktor risiko yang penting untuk diketahui agar dapat diperbaiki itu meliputi:

1. Hipertensi

Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang akan berlanjut ke suatu organ target seperti stroke (untuk otak), Penyakit Jantung Koroner (untuk pembuluh darah jantung) dan hipertrofi ventrikel.

2. Kolesterol

Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak sterol (bahasa Inggris: waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah.

Kolesterol sebenarnya dibutuhkan juga dalam tubuh namun jika berlebihan maka akan berakibat timbulnya Penyakit Jantung Koroner.

3. Rokok

Rokok merupakan salah satu produk industri dan komoditi internasional yang mengandung sekitar 3.000 bahan kimiawi, yang di antaranya terdapat beberapa zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan diantaranya tar, nikotin dan karbon monooksida (CO).

4. Kencing Manis

Kencing manis atau Diabetes Melitus merupakan gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan ataupun resistensi insulin. Keadaan ini bisa menyebabkan penyumbatan pada arteri koroner sehingga menghalangi aliran darah ke jantung.

5. Kelainan Gambaran Jantung

Kelainan gambaran jantung dapat diketahui melalui pemeriksaan EKG, hal ini di sebabkan oleh berbagi faktor risiko lainnya. Jika sedini mungkin mengetahui kelainan gambaran jantung maka kita dapat melakukan penanggulangan lebih awal untuk mencegah terjadinya Penyakit Jantung Koroner.

6. Stres

Stres berpotensi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berdampak pada peningkatan tekanan darah sehingga memperbesar risiko Penyakit Jantung Koroner. Seseorang yang mengalami stres memiliki risiko 2-3 kali lebih besar terserang Penyakit Jantung Koroner dibandingkan yang tidak mengalami Stres.

7. Salah makan

Terdapat berbagai makanan yang dapat memicu terjadinya Penyakit Jantung Koroner di antaranya es krim, gorengan, pizza dan lainnya.

8. Gaya Hidup (Life Style).

Gaya hidup yang acuh tak acuh terhadap faktor risiko dan tidak disiplin dalam mengatur kegiatan keseharian memicu timbulnya berbagai penyakit termasuk Penyakit Jantung Koroner.

9. Fraksi Lemak

Komponen fraksi lemak termasuk Trigliserida, Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL. dengan standar normal yang sudah ditetapkan.

10. Kurang Olahraga

Olahraga sangat bermanfaat dalam mencegah terjadinya Penyakit Jantung Koroner, diantaranya menghambat penumpukan plak aterosklerosis dalam pembuluh koroner, bahkan dalam derajat tertentu dikatakan dapat mengikis plak tersebut. Kurang olahraga meningkatakan resiko terjadinya penyakit jantung koroner.

Dari semua faktor risiko ini ada yang membaginya atas risiko mayor dan minor. Risiko mayor meliputi hipertensi, hiperlipidemia, merokok, dan obesitas. Sedangkan risiko minor meliputi DM, stres, kurang olahraga, riwayat keluarga, usia dan seks.

Peranan faktor risiko mayor ini pernah diteliti dalam suatu penelitian besar di Amerika Serikat yang disebut Penelitian Framingham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika terjadi salah satu dari faktor risiko mayor ini atau terdapat kombinasi antara dua, tiga atau lebih faktor-faktor itu akan terjadi peningkatan risiko sakit Penyakit Jantung Koroner.

Dari faktor risiko mayor itu, dianggap ada tiga faktor yang utama yakni hipertensi, hiperkolesterolemi dan merokok. Jika satu faktor saja akan meningkatkan risiko 2-4 kali insiden Penyakit Jantung Koroner. Kombinasi 2 faktor akan meningkatkan risiko 9 kali dan kombinasi ketiganya akan meningkatkan risiko sampai 16 kali.

Dalam upaya untuk mencegah, mengendalikan atau mengurangi Penyakit Jantung Koroner maka upaya perlu di arahkan kepada bagaimana mengurangi faktor-faktor risiko ini. Mereka yang termasuk kelompok risiko tinggi hendaknya melakukan kontrol pengendalian terhadap risiko yang sementara dimilikinya. Kenali gejala penyakit jantung sedini mungkin untuk hidup yang lebih berkualitas.

Mitra Kesehatan Masyarakat, demikianlah informasi yang dapat kami bagikan, semoga dapat menambah wawasan kita bersama, dan bagi Mitra Kesehatan Masyarakat yang memiliki atau sedang ada pada posisi faktor risiko yang disebutkan di atas agar dapat segera menghindarinya demi mencegah terjadinya Penyakit Jantung Koroner.

Posting Komentar

Kami sangat berterimaksih jika anda meluangkan waktu memberikan komentar sesuai dengan tema pembahasan.

Lebih baru Lebih lama

Iklan

نموذج الاتصال