Menopause dan Beberapa Permasalahannya

Oleh: Amrin Madolan Pada: 2016/05/03

Informasi yang kami bagikan kali ini lebih diutamakan untuk wanita, namun tidak ada salahnya kalau diketahui oleh kaum pria agar dapat saling memberikan informasi, baik kepada teman, pacar maupun istri.
Informasi yang kami maksudkan di sini adalah tentang "Menopause", yang mana kami beri judul: Menopause dan Beberapa Permasalahannya.

Kita langsung saja pada pokok pembahasan sebagai berikut:

Menopause juga disebut klimakterik atau perubahan hidup. Ia merupakan pertanda berakhirnya bagian kehidupan yang produktif pada diri seorang wanita. Pertanda lahiriahnya adalah berhentinya datang haid yang biasa muncul setiap bulan sekali.

Menopause
Menopause

Sejumlah wanita juga mengalami beberapa gejala lain pada lahiriahnya yang disebabkan oleh karena tidak seimbangnya keadaan hormon. Sebagian dari tubuhnya mengalami nampak menjadi tua, namun kebanyakan wanita hendaklah sanggup mempertahankan kesehatan dan kesegaran tubuh mereka maupun mental mereka agar dapat menjalankan tugas sek*ual seperti belum terjadinya menopause itu.

Sebagian wanita melihat menopause itu sebagai suatu masa yang patut diselesaikan. Tetapi bagi yang lainnya lagi hal ini merupakan suatu kelegaan yang disambut hangat dari tuntutan biologis yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh.

Bermulanya Menopause


Menopause itu mulai pada berbagai taraf usia yang berbeda-beda pada tiap orang. Yang lumrah ialah sekitar umur 50 tahun, walaupun ada sedikit jumlah wanita yang telah mulai menopause sekitar usia di atas tiga puluhan, sedangkan sejumlah kecil lagi sesudah usia lima puluhan. Yang jelas bahwa hampir separoh dari kaum wanita telah kehilangan daya kemampuannya untuk mengandung dan melahirkan anak menjelang usia 50-an, dan hanya ada 5% saja yang masih bisa mengandung dan melahirkan anak di atas usia lima puluhan.

Berbagai Macam Variasi Menopause


Ada terdapat berbagai macam variasi tentang alasan waktu mulainya menopause itu. Salah satu faktornya ialah soal ras. Kaum wanita yang berkulit putih di kawasan Eropa Utara lebih cenderung mencapai permulaan menopause agak lambat apabila mereka mengalami masa pubertas lebih lambat.

Pada kaum wanita dari kawasan Laut Tengah dan dari bangsa kulit berwarna, baik masa pubertas maupun menopause itu mulainya lebih dini. Juga perbedaan itu terdapat di antara satu keturunan perbedaan itu terdapat di antara satu keturunan keluarga tertentu dibandingkan dengan keturunan keluarga lainnya berbeda-beda. Ada yang terhenti haidnya lebih dini, ada yang lebih belakang. Hal ini juga tergantung pada jenis ras keturunan mereka. Dalam hal ini kita lihat bahwa faktor keturunan juga memegang peranan yang penting. Pada hakekatnya soal iklim juga nampaknya erat kaitannya, walaupun sebenarnya ia tidak banyak menimbulkan perbedaan. Namun suatu taraf hidup yang lebih tinggi dapat memperpanjang tugas kehidupan produktif seorang wanita, sedangkan kaum wanita yang hidup dalam taraf yang lebih rendah atau miskin akan lebih cepat memasuki masa menopause itu. Kelahiran anak juga mempunyai relevansi. Apabila seorang wanita memperoleh anak sesudah ia melampaui usia 40 tahun, maka masa menopausenya pun akan tertunda waktunya. Menopause akan lebih cepat datangnya bagi wanita yang tidak pernah melahirkan anak.

Variasi Menopause yang Tidak Normal


Sebagian wanita mengalami masa menopause yang lebih dini tanpa alasan yang diketahui dengan jelas. Tetapi pada kebanyakan kaum wanita yang mengalami menopause yang terlalu dini itu disebabkan oleh karena pernah menderita penyakit tertentu atau karena mengalami perawatan atau pengobatan yang tersendiri pula. Penyakit yang merangsang kelenjar bawah otak dapat mempercepat menopause itu. Begitu pula radiasi yang berlebihan terhadap indung telur atau terjadinya pembuangan indung telur lewat operasi dapat mempunyai pengaruh pula terhadap menopause itu.

Bagaimana Perubahan Berlangsung Ketika Menopause?


Sebelum Terjadinya Perubahan


Hormon FSH dan LH (yang dihasilkan oleh kelenjar bawah otak pada bagian dasar dari otak manusia) merangsang salah satu dari indung telur untuk melepaskan sebutir telur yang matang ke dalam tabung Fallopia yang terdekat. Dengan jalan demikian, maka sel telur itu cukup siap tanggap untuk mengalami pembuahan dari pihak laki-laki. Sementara itu, folikel yang terdapat pada sebelah dalam yang telah diperkembangkan oleh sel telur itu, juga menghasilkan hormon. Mula pertama ialah estrogen, kemudian juga progesterone. Hal ini menyebabkan dinding rahim menjadi tebal dalam mempersiapkan dirinya bisa menampung sel telur yang sudah dibuahi itu. Apabila sel telur itu tidak dibuahi, maka dinding yang menebal itu akan pecah, lalu wanita itu pun mengalami masa haidnya seperti biasa.

Lingkaran Jadwal Haid Akan Merosot


Dalam usia setengah baya indung telur yang semakin tua itu mulai berhenti bereaksi terhadap FSH dan LH, meskipun produksi cairannya terus bertambah. Sebagai akibatnya adalah sebagai berikut:
  1. Sedikit folikel yang terbentuk, sedangkan sel telur pun menjadi berkurang pula yang dilepaskan.
  2. Produksi estrogen dan progesterone dari indung telur juga merosot jumlahnya.
  3. Dinding rahim berhenti menjadi tebal, sedangkan pendarahan waktu haid pun berubah polanya, bahkan ada yang langsung berhenti.
  4. Rahim dan indung telur mulai mengkerut.
Apabila produksi sel telur itu telah terhenti sama sekali, maka wanita itu telah kehilangan daya kesuburannya sepenuhnya.

Sesudah Mengalami Perubahan


Sejumlah kecil FSH dan LH masih dapat dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Sejumlah hormon androgenik (jantan) masih dihasilkan oleh indung telur.

Menopause berdasarkan Pembedahan


Apabila indung telur seorang wanita harus dikeluarkan, maka ia akan mengalami apa yang disebut "Menopause berdasarkan Pembedahan". Akibat dari padanya ialah bahwa wanita itu akan kehilangan kemampuan kesuburan dirinya. Jadwal lingkaran haidnya pun akan berhenti, sedangkan hormon yang dihasilkan oleh indung telur akan berhenti beredar dalam tubuhnya. Estrogen pengganti sering diberikan untuk meringankan penderitaan pasien yang mendadak kekurangan hormon itu. Yang lebih lazim lagi ialah rahim yang dikeluarkan atau rahim bersama dengan salah satu indung telur. Meskipun proses mengeluarkan darah secara bulanan menurut lingkaran jadwal itu telah berhenti, namun hormon sek5 wanita itu masih akan terus dihasilkan (akan tetapi tentu saja ia tidak mungkin lagi bisa mengandung dan melahirkan anak).

Pada Waktu Mengalami Menopause


Perubahan Menstruasi


Pertanda pertama dari pada menopause itu ialah sering mengalami pendarahan menstruasi yang tidak menentu. Jadwal lingkarannya bisa lebih ringan atau lebih berat dari pada biasanya, bahkan seorang wanita bisa kehilangan satu jadwal lingkaran bulanan sepenuhnya. Kadang-kadang corak menstruasi itu lebih ringan pada bulan yang satunya, sedangkan pada bulan yang lainnya coraknya lebih berat. Corak yang berat ini dapat kita saksikan apabila jadwal lingkaran itu datangnya terlambat. Tahap demi tahap beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun kemudian jadwal lingkaran itu pun berhenti sepenuhnya. Pada wanita tertentu bisa pula berhenti secara mendadak sama sekali. Dua belas bulan setelah jadwal lingkaran yang terakhir dialaminya maka wanita itu pun dapat diperkirakan telah kehilangan kesuburannya apabila ia telah berusia di atas 50-an.

Akan tetapi lebih aman jika sekiranya ia terus menggunakan metode kontrasepsi selama 2 tahun sehabis ia mengalami jadwal lingkaran yang terakhir. Hal ini gunanya ialah untuk mencegah kemungkinan terjadinya kehamilan lagi maka itulah seorang wanita yang masih berusia di bawah 50 tahun hendaklah melakukan hal ini.

Oleh karena wanita yang menggunakan pil hamil tampaknya terus saja mengalami menstruasi, maka para dokter sering menganjurkan untuk melakukan pengalihan yang periodik kepada metode lain dalam bidang kontrasepsi itu setelah wanita itu mengalami usia di atas 42 tahun untuk mudah mengetahui apakah menopausenya itu sudah mulai atau belum.

Masalah-masalah yang Dihadapi pada Menopause


Pada kebanyakan kaum wanita lenyapnya jadwal lingkaran haid itu merupakan satu-satunya pertanda telah tibanya menopause itu. Namun terdapat sejumlah efek lainnya lagi, yang menyebabkan wanita itu mengalami kesukaran.
Cetusan-cetusan yang hangat.
Gejala ini paling lazim kita temukan pada kaum wanita. Hal ini merupakan reaksi dari kelenjar hipotalamus terhadap kemerosotan jumlah estrogen di dalam tubuh. Mereka sering mulai dengan suatu perasaan hangat di dalam dada, yang berkerak ke arah leher dan wajah, yang menimbulkan warna merah. Gangguan ini bisa pula menyebar ke bagian tubuh selebihnya, mungkin dengan rasa nyeri. Kadang-kadang diikuti dengan arus keringat yang banyak. Cetusan-cetusan yang hangat ini dapat berlangsung sampai 15 menit dan dapat terjadi beberapa kali dalam sehari atau ia bisa beralih dan menjadi jarang-jarang.
Kadang-kadang datangnya rasa hangat ini berbarengan dengan jadwal datangnya haid yang telah lewat itu. Akan tetapi gangguan cetusan rasa hangat ini dapat juga muncul sebelum menopause itu berawal, dan muncul-muncul kembali dalam 2 atau 3 tahun. Jenis yang paling buruk dari gejala ini bisa mengakibatkan rasa tidak senang dan depresi, sedangkan arus keringat pada malam hari bisa mengganggu wanita itu sehingga tidak bisa tidur sepanjang malam. Dalam menghadapi gejala ini maka perawatan kepadanya bisa diberikan berupa estrogen atau obat "Clomiphene" yang diberikan atas resep dokter tentunya.

Gejala-Gejala pada kemaluan.


Perubahan hormon dapat menyebabkan rasa gatal pada seluruh bagian tubuh, akan tetapi terutama sekali pada bagian alat kemaluan. Keringnya liang vagina merupakan ciri khas yang jelas.
Dalam menghadapi hal ini orang dapat menggunakan krim atau minyak tertentu berdasarkan resep dokter.

Masalah Fisik Lainnya


Ada terdapat banyak gejala yang menyerang fisik wanita itu sebagai akibat menopause itu, sehingga ada sejumlah dokter yang berbicara soal "sindrom menopause". Lepas dari gejala yang sudah diuraikan di atas, maka gejala lainnya itu dapat berupa rasa pusing, sakit kepala, dan tidak bisa tidur. Rasa lesu dan tidak mempunyai tenaga. Rasa mual dalam perut. Gangguan pada pencernaan termasuk di dalamnya rasa nyeri usus, flatulens, sembelit, mencret, napas sesak, jantung berdebar-debar.

Akan tetapi semua gejala ini dapat bermacam ragam coraknya dari hari ke hari, bahkan kebanyakan kaum wanita tidak mengalami hal ini sama sekali. Pada hakekatnya memang tidak pernah dapat dibuktikan bahwa segala gejala itu pasti ada kaitannya dengan menopause itu. Sebab sebagiannya malah memang merupakan gejala penyakit sesungguhnya, oleh sebab itu penting bagi kaum wanita untuk memeriksakannya kepada dokter.

Berat Badan Bertambah Berat


Pada waktu terjadinya menopause selera makan memang mengalami perubahan dan ada yang malahan bertambah besar, sedangkan energi pada tubuh merosot. Akibatnya ialah bahwa wanita itu menjadi gemuk, kecuali kalau ia bisa mengendalikan sendiri cara makannya yang cenderung berubah itu.

Masalah Emosional Emosional


Rasa bermuram hati dan sedih nampak lumrah menghinggapi wanita yang mengidap menopause, bahkan kadang-kadang juga cepat marah, suka pelupa, peka perasaannya, dan depresi. Sebab-sebabnya bisa berupa:
  1. Perubahan hormon-hormon itu sendiri, meskipun belum dapat ditemukan bukti nyata adanya hubungan langsung di antaranya.
  2. Konsekuensi mental dari gejala fisik yang demikian itu sseperti halnya cetusan rasa hangat, sakit kepala, tidak dapat tidur dan lain-lain.
  3. Pada wanita tertentu bisa merupakan faktor psikologis seperti takut menghadapi usia tua atau perubahan kehidupan sek5. Atau bisa juga disebabkan oleh karena tidak terkabul atau tidak terpenuhinya fungsi wanita itu sebagai seorang ibu. Pada gejala yang hebat dalam hal seperti ini maka dokter bisa saja menggunakan obat penenang atau obat anti depresi untuk meringankan penderitaan wanita itu. Juga perawatan dengan hormon dapat ikut banyak menolong.
Akan tetapi apabila seorang wanita itu mulai mengembangkan dirinya sendiri, atau dengan kata lain ia masih harus tetap mencurahkan minat dan perhatiannya terhadap masalah keluarga dan rumah tangganya, maka persoalan-persoalan yang menyangkut emosional pada waktu mengalami menopause itu dapat saja berkurang beratnya, dan tidak akan terlampau menekan batinnya.

Demikianlah yang dapat kami bagikan kepada Mitra Kesehatan Masyarakat tentang Menopause dan Beberapa Permasalahannya, semoga dapat bermanfaat.
logoblog
logoblog

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Anda Sangat Bermanfaat bagi Kami dan Pembaca Lainnya. Untuk mendapatkan pemberitahuan tentang komentar dan posting blog ini silakan ikuti blog ini di bagian bawah.