Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Epidemiologi

Cara Mengenali Jenis Batuk dan Pengobatannya

Pada kali ini Mitra Kesehatan Masyarakat akan berbagi informasi mengenai Cara Mengenali Jenis Batuk dan Pengobatannya. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mencegah pernapasan dari benda atau gatal, beberapa penyebab batuk antara lain: Virus; Bakteri; dan Benda Asing lainnya yang terhirup. Bagaimana batuk dapat terjadi? Semuanya tergantung dari penyebabnya. Contohnya yang terjadi pada batuk kering, batuk ini dipicu oleh kemasukan benda-benda iritan seperti partikel makanan, asap rokok, polusi udara dan perubahan suhu. batuk ini muncul sementara sebagai refleks alami tubuh untuk mengeluarkan benda-benda iritan di saluran pernafasan. Namun, jika batuk kering tak kunjung reda besar kemungkinan dikarenakan oleh alergi, gejala infeksi virus atau lainnya. untuk mengatasi batuk kering gunakan obat jenis antitussive untuk menekan munculnya batuk. Berbeda halnya pada batuk produktif atau batuk berdahak. Batuk ini memiliki ciri khas yaitu dada terasa penuh dan berbunyi, kesulitan ber...

Penyebab dan Cara Mengatasi Penyakit Lupa

Sering ingin melakukan sesuatu dan ternyata tiba-tiba saja lupa? Hal ini bukan hanya kebetulan saja, tapi ini juga termasuk ke dalam sebuah penyakit yang harus untuk di atasi. Apalagi bagi anak sekolah, mahasiswa, atau karyawan yang ingin melakukan percobaan dan ternyata tiba-tiba saja lupa apa yang ingin dibicarakan. Tentu ini merupakan hal yang tidak di inginkan. Adapun penyebab dari lupa ini, bisa disebabkan dari berbagai faktor. Diantaranya adalah sebagai berikut: Penyebab Penyakit Lupa Kurang Tidur Ketika ada ujian atau semacam percobaan. Maka pada malam hari anda bekerja keras hingga sampai larut malam untuk menghafal sesuatu atau istilahnya kebut satu malam. Hal ini sebaiknya janganlah sering dilakukan. Kenapa? karena jika malamnya Anda begadang, maka esoknya sudah pasti dengan otomatis mata Anda mengantuk dan pikiran selalu ingin tidur. Nah, dari sanalah tidak fokus muncul dan terjadilah penyakit lupa Gangguan Fisik Terjadi benturan kuat pada kepala dapat membuat sistem memori ...

Epidemiologi Kebidanan - Penemuan Penyakit Secara Skrining (Screening)

BAB VI : PENEMUAN PENYAKIT SECARA SKRINING ( SCREENING ) A. Pengertian Skrining Skrining ( Screening ) untuk pengendalian penyakit adalah pemeriksaan orang-orang asimptomik untuk mengklasifikasikan mereka ke dalam kategori yang diperkirakan mengidap atau diperkirakan tidak mengidap penyakit ( as likely or unlikely to have the disease ) yang menjadi objek skrining. Uji skrining dapat memisahkan : Orang yang tampaknya sehat tapi kemungkinan mempunyai penyakit ( tes + ) dan Orang yang kemungkinan tidak mempunyai penyakit ( tes - ). Contoh : Pemeriksaan Rontgen, Sitologi, Tekanan darah . B. Tujuan Skrining Adapun tujuan dilakukan skrining adalah: Untuk Penelitian Epidemiology/surveilens : menghitung Insidens, Prevalensi distribusi & trend Protection of the public’s health misal : X-Ray massal deteksi tb aktif pengobatan  Prescriptive Screening sebagai landasan petunjuk / anjuran terhadap individu misal : tes tuberkulin + dianjurkan profilaksis INH C. Cara Melakukan Skrining Sebelum...

Epidemiologi Kebidanan - Pencatatan dan Pelaporan

PENCATATAN DAN PELAPORAN A. Pengertian Pencatatan Dan Pelaporan Pencatatan (recording) dan pelaporan (reporting) berpedoman kepada sistem pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas (SP2TP). Beberapa pengertian dasar dari SP2TP menurut Depkes RI (1992) adalah sebagai berikut : Sistem pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas adalah kegiatan pencatatan dan pelaporan data umum, sarana, tenaga dan upaya pelayanan kesehatan di puskesmas termasuk puskesmas pembantu, yang ditetapkan melalui surat keputusan Menteri Kesehatan RI No.63/Menkes/SK/II/1981. Sistem adalah satu kesatuan yang terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan, berintegrasi dan mempunyai tujuan tertentu. Terpadu merupakan gabungan dari berbagai macam kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas, untuk menghindari adanya pencatatan dan pelaporan lain yang dapat memperberat beban kerja petugas puskesmas. B. Tujuan Pencatatan Dan Pelaporan 1. Tujuan Umum Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) bertujuan aga...

Epidemiologi - Penyelidikan Wabah

BAB V : PENYELIDIKAN WABAH A. Pengertian Wabah Berdasarkan UU RI No. 4 Tahun 1984 tentang penyakit menular dan PP RI No. 40 Tahun 1991 tentang penanggulangan wabah Penyakit Menular dinyatakan bahwa : " Wabah ‏ penyakit menular adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka". Melebihi keadaan yang lazim artinya : Satu kasus tunggal dari penyakit menular yang lama tidak ditemukan, atau adanya penyakit baru yang belum diketahui sebelumnya di suatu daerah memerlukan laporan yang secepatnya disertai dengan penyelidikan epidemiologis. Apabila ditemukan penderita kedua dari jenis penyakit yang sama dan diperkirakan penyakit ini dapat menimbulkan malapetaka. Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian morbiditas/mortalitas yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam pe...

Epidemiologi Kebidanan - Epidemiologi dan Pelayanan Kebidanan

BAB IV : EPIDEMIOLOGI DAN PELAYANAN KEBIDANAN A. Pengertian, Tujuan dan Kegunaan Epidemiologi dalam pelayanan kebidanan yaitu epidemiologi yang mengaji distribusi serta determinan peristiwa morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) yang terjadi dalam layanan kebidanan. Tujuan epidemiologi kebidanan adalah untuk mengenal faktor-faktor risiko terhadap ibu selama periode kehamilan, persalinan dan masa nifas (42 hari setelah berakhirnya kehamilan) beserta hasil konsepsinya dan mempelajari cara penanggulangannya. Manfaat epidemiologi dalam pelayanan kebidanan adalah sebagai berikut: Untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya penyakit dalam pelayanan kebidanan. Untuk pengambil kebijakan berkaitan dengan perencanaan sumber daya kesehatan (tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan) khususnya berkaitan dengan pelayanan kebidanan. B. Terjadinya Penyakit/Masalah Kesehatan Merujuk kepada paradigma epidemiologi klasikal yang berasumsi bahwa terjadinya penyakit atau masalah kesehatan sebagai...

Epidemiologi Kebidanan - Epidemiologi Deskriptif

BAB III : EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF A. Definisi Epidemiologi deskriptif adalah cabang epidemiologi yang mempelajari tentang kejadian dan distribusi penyakit. Umumnya distribusi penyakit dikelompokkan menurut faktor orang, tempat dan waktu. Epidemiologi: Ilmu yang mempelajari frekuensi dan distribusi penyakit serta determinan-determinan dari penyakit tersebut. Penelitian yang berkaitan dengan  distribusi dan frekuensi penyakit; dilakukan dengan  rancangan/desain studi deskriptif. Penelitian yang meneliti masalah determinan dari penyakit; dilakukan dengan  rancangan/desain studi analitik. B. Karakteristik Orang Karakteristik orang dapat berupa usia dan jenis kelamin. 1. Usia Usia merupakan variabel yang selalu harus diperhitungkan dalam studi epidemiologi. Perbedaan angka penyakit yang ada antara kelompok dalam populasi belum dapat diinterpretasikan sebelum memperhitungkan relevansi kemungkinan adanya perbedaan usia antara kelompok tersebut. Dengan menghitung jumlah kasus pen...

Epidemiologi - Konsep Dasar Timbulnya Penyakit

BAB II : KONSEP DASAR TIMBULNYA PENYAKIT A. Segitiga Epidemiologi Dalam pandangan epidemiologi klasik dikenal segitiga epidemiologi ( epidemiologi triangle ) yang digunakan untuk menganalisis terjadinya penyakit. Segitiga ini terdiri atas ( host ), agen ( agent ), dan lingkungan ( environment ) Konsep ini bermula dari upaya untuk menjelaskan proses timbulnya penyakit menular dengan unsur-unsur mikrobiologi yang infeksius sebagai agen, namun selanjutnya dapat pula digunakan untuk menjelaskan proses timbulnya penyakit yang tidak menular dengan memperluas pengertian ‘agen’. Dalam konsep ini faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Agen penyakit (faktor etiologi) Agen penyakit meliputi: Zat nutrisi : ekses (kolesterol)/defisiensi (protein); Agen kimiawi : zat toksik (CO)/ alergen (obat); Agen fisik : (radiasi); Agen infeksius : parasit, protozoa, bakteri, jamur, riketsia dan virus. 2. Faktor pejamu (faktor instrinsik) : mempengaruhi pajanan, k...

Definisi Epidemiologi - Pendahuluan

Bagi tenaga kesehatan tidak asing lagi dengan kata epidemiologi. Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan informasi terkait hal tersebut. Dan perlu diketahui sebelumnya bahwa pembahasan tentang epidemiologi ini terdiri dari beberapa bagian yang terdapat pada beberapa halaman blog ini. Oleh karena itu, untuk tulisan ini merupakan pendahuluan dari pembahasan tentang epidemiologi. BAB I : PENDAHULUAN A. Definisi Epidemiologi Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani : EPI (Pada, Tentang), DEMOS (masyarakat/rakyat), dan LOGOS (ilmu pengetahuan). Maka epidemiologi dapat diartikan suatu studi tentang kejadian di masyarakat. Epidemiologi tidak terbatas hanya mempelajari tentang epidemi (wabah). Beberapa pengertian epidemiologi menurut pendapat para ahli : Epidemiologi adalah studi yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit dan keadaan kesehatan pada populasi, serta penerapannya untuk pengendalian masalah-masalah kesehatan ( Gordis, 2000 )‏. LAST (1988) : Ilmu tentang distribusi ...

Penyebab Tingkat Kolesterol Tinggi pada Anak dan Dewasa Muda

Penyebab tingkat kolesterol tinggi ternyata telah terjadi pada anak dan dewasa muda serta memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan yang dibayangkan. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), tingkat kolesterol yang dapat diterima untuk seseorang yang berusia antara 2 dan 19 tahun adalah kurang dari 170 mg. Namun statistik menunjukkan bahwa sampai sepertiga dari usia dewasa muda memiliki kadar kolesterol tinggi, yakni di atas 200 mg. Apa Penyebab Tingkat Kolesterol Tinggi pada Anak dan Dewasa Muda? Penyebab Kolesterol Dulu, dokter tidak terlalu khawatir terhadap kolesterol tinggi pada usia dewasa muda. Namun seiring berjalannya waktu, penelitian menunjukkan bahwa pada usia anak-anak dan usia dewasa muda yang memiliki tingkat kolesterol yang tinggi memiliki kemungkinan yang tinggi juga untuk mempunyai penyakit jantung saat dewasa. NHLBI merekomendasikan pada anak-anak yang berusia 2 tahun untuk melakukan pemeriksaan terhadap kolesterol jika orang tuanya ...