Langsung ke konten utama

Postingan

Membuat SKP Guru yang Lebih Sulit dari Jabatan Lainnya Menjadi Mudah

Secara umum format pembuatan SKP Guru sama dengan format SKP pada jenis jabatan fungsional lainnya, seperti SKP Bidan, SKP Perawat dan lain-lain. Misalnya pada perhitungan kuantitas, kualitas, waktu pelaksanaan, nilai perilaku dan juga memperhitungkan jumlah angka kredit. Namun ada hal tertentu yang sdikit berbeda, yaitu dari segi perhitungan jumlah angka kredit. Menurut kami, SKP Guru memiliki cara perhitungan yang lebih sulit dibandingkan tenaga-tenaga lainnya. Cara perhitungan angka kredit guru telah diatur secara detail dalam Permendiknas No. 35 Tahun 2010 sebagai penjabaran dari Permenpan RB No. 16 Tahun 2009. Perhitungan angka kredit pada jabatan lainya cukup mengalikan jumlah kegiatan yang dilakukan dengan standar angka kredit perkegiatan, sedangkan pada angka kredit guru tidak hanya sampai disitu. Kita harus memperhatikan beberapa hal terkait, seperti jumlah jam mengajar dan nilai hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG). Dengan tahapan-tahapan tersebut, maka tidak jarang ...

Aplikasi SKP Bidan Terampil, Hitung Angka Kredit Otomatis

Aplikasi SKP Bidan Trampil yang kami hadirkan kali ini merupakan aplikasi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bidan dengan pendidikan DIII, yaitu terdiri dari: bidan pelaksana pemula, bidan pelaksana, bidan pelaksana lanjutan dan bidan penyelia. Semua jabatan bidan tersebut dapat dibuatkan SKP dalam satu aplikasi yang sangat mudah penggunaannya ini. Bidan terampil PNS pasti akan membuat SKP setiap tahun. Pembuatannya dapat dilakukan secara manual, menggunakan format excel yang umum atau banyak digunakan oleh PNS lainnya atau juga dapat menggunakan Aplikasi yang disediakan oleh para pengembang aplikasi excel. Tujuan dari penggunaan Aplikasi SKP Bidan tak lain untuk mempermudah pembuatan dan meminimalisir kesalahan perhitungan. Apalagi jabatan bidan merupakan Jabatan Fungsional Tertentu/Khusus (JFT/JFK) yang mana dalam pembuatan SKP harus memprhitungkan angka kredit sebagai syarat dalam pengusulan kenaikan pangkat. Bagi sebagian orang, membuat SKP bukan hal sulit. Namun tidak dipu...

Persyaratan Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) pasti akan melalui suatu proses yang namanya kenaikan pangkat. Untuk melakukan pengurusan kenaikan pangkat tentunya memiliki persyaratan tertentu sehingga yang bersangkutan layak untuk dinaikkan pangkatnya. Syarat kenaikan pangkat PNS berbeda-beda tergantung jenis jabatan, yaitu: Kenaikan Pangkat Reguler Kenaikan pangkat ini merupakan kenaikan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan fusional umum (jabatan yang kenaikan pangkatnya tidak dihitung berdasarkan perolehan angka kredit). Kenaikan pangkat untuk jabatan ini bisa dilakukan minimal 4 tahun sekali. Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut: Sudah 4 tahun dalam pangkat terakhir; Foto kopi SK terakhir yang sudah disahkan (legalisir); SKP, Capaian SKP (Penilaian Prestasi Kerja 2 Tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik). Kenaikan Pangkat Pilihan Jabatan Fungsional tertentu Kenaikan pangkat ini merupakan kenaikan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan...

Akreditasi Puskesmas Tanggung Jawab Siapa?

Akreditasi puskesmas merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan atau upaya standarisasi segala aspek pelayanan yang ada di puskesmas, baik ADMEN, UKM maupun UKP demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Persiapan akreditasi puskesmas mulai dilakukan bertahap di seluruh daerah di Indonesia pada tahun 2016 dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas , Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi. Tahun 2019 tinggal menghitung hari. Target penyelesaian proses akreditasi puskesmas semakin di depan mata. Masih banyak tugas yang harus diselesaikan pada tahun 2019 terkait akreditasi puskesmas. Kalau boleh kami mengatakan bahwa tahun tersebut merupakan tahun yang mendebarkan. Bagaimana tidak, Puskesmas dengan status terakreditasi merupakan salah satu syarat untuk menjadi bagian dari provider JKN yang bertugas sebagai Pemberi Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertam...

Siklus Perencanaan Puskesmas dalam Standar Akreditasi

Memahami siklus perencanaan puskesmas sangat penting demi memenuhi standar akreditasi puskesmas . Apalagi dalam elemen penilaian dari BAB I - IX selalu menekankan diterapkannya siklus PDCA yang notabene diawali dengan perencanaan yang matang. Dalam siklus perencanaan puskesmas yang dapat memenuhi standar akreditasi minimal memiliki tahapan sebagai berikut: Persiapan. Pengumpulan data kinerja puskesmas dan analisa data. Perumusan masalah, terdiri dari: Identifikasi masalah, menetapkan urutan prioritas masalah, mencari akar penyebab masalah, menetapkan cara pemecahan masalah. Penyusunan rencana lima tahunan. Penyusunan rencana tahunan. Berikut ini penjelasan dari masing-masing tahapan kegiatan tersebut: Persiapan. Tahap ini mempersiapkan staf Puskesmas yang terlibat dalam proses penyusunan Rencana Puskesmas (rencana lima tahunan dan rencana tahunan) agar memperoleh kesamaan pandangan dan pengetahuan untuk melaksanakan tahap perencanaan. Tahap ini dilakukan dengan cara:...

Tahapan Penyusunan RPK Puskesmas

Tahapan penyusunan RPK Puskesmas dilaksanakan melalui keterpaduan lintas program dan lintas sektor dalam lingkup siklus kehidupan. Keterpaduan penting untuk dilaksanakan mengingat adanya keterbatasan sumberdaya Puskesmas. Dengan keterpaduan tidak akan terjadi missed opportunity, kegiatan Puskesmas dapat terselenggara secara efisien, efektif, bermutu dan target prioritas yang ditetapkan pada Rencana Lima Tahunan Puskesmas dapat tercapai. Penyusunan RPK terintegrasi kedalam sistem perencanaan di daerah, dengan tahapan sebagai berikut: Mempelajari alokasi kegiatan dan biaya yang sudah disetujui; Membandingkan alokasi kegiatan yang disetujui dengan RUK yang disusun dan situasi pada saat penyusunan RPK; Menyusun rencana awal, rincian dan volume kegiatan yang akan dilaksanakan serta sumberdaya pendukung menurut bulan dan lokasi pelaksanaannya; Mengadakan lokakarya mini bulanan pertama untuk membahas kesepakatan RPK; Membuat RPK tahunan puskesmas yang telah disusun dalam bentuk ma...

Problem Trees untuk Mencari Penyebab Masalah

Problem Trees atau Pohon Masalah merupakan metode paling tepat untuk mencari penyebab suatu masalah. Metode ini hampir sama dengan metode diagram tulang ikan. Kedua cara tersebut selalu digunakan dalam melakukan perencanaan, khususnya bagi petugas di puskesmas yang ingin meningkatkan sistem manajemen puskesmas.   Dalam penerapannya, silakan pilih salah satu dari metode tersebut. Keduanya memiliki cara kerja yang kurang lebih sama. Khusus untuk diagram tulang ikan, kami telah membahasnya pada tulisan kami sebelumnya yang berjudul: Contoh Diagram Tulang Ikan Masalah Kesehatan . Adapun langkah-langkah dalam menerapkan Problem Trees atau pohon masalah adalah sebagai berikut: Tuliskan masalah pada kotak di puncak pohon masalah. Buat garis vertikal menuju kotak tersebut. Tetapkan kategori utama dari penyebab dan tuliskan pada kotak dibawahnya dengan arah panah menuju ke kotak masalah. Lakukan brainstorming dan fokuskan pada masing-masing kategori. Setelah dianggap cukup, d...

Sepatu Formal Karet Harga Terjangkau

Sepatu Formal Karet Harga Terjangkau
Youken Hoki-142 Sepatu Kerja Pantofel Pria Formal Karet, Anti Slip Ringan & Nyaman