Syarat Menjadi Surveior Akreditasi Puskesmas Berdasarkan PMK Nomor 46 Tahun 2015

Pelaksanaan akreditasi puskesmas melibatkan beberapa pihak hingga ditetapkannya suatu puskesmas memiliki status terakreditasi atau tidak. Dari Kementrian Kesehatan, Lembaga Independen Akreditasi, Surveior, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Tim Pendamping, hingga Puskesmas. Hal ini cukup jelas digambarkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.

Dari pihak-pihak yang terkait dengan akreditasi puskesmas sebagimana yang tercantum diatas, dua pihak yang perlu mendapat pelatihan khusus dan dibuktikan dengan sertifikat pelatihan untuk dapat terlibat didalamnya yaitu Surveior Akreditasi dan Tim Pendamping Akreditasi. Kedua pihak tersebut memiliki peran cukup besar dalam pelaksanaan akreditasi.

Kami akan membahas tentang kedua pihak tersebut pada tulisan yang berbeda. Pada tulisan kali ini, kami khusus membahas tentang syarat menjadi Surveior Akreditasi Puskesmas.

Surveior Akreditasi adalah orang yang akan melakukan survei akreditasi. Surveior ditunjuk oleh Lembaga Independen Akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri. Mereka akan menilai apakah suatu puskesmas sudah memenuhi standar akreditasi atau belum.

Dalam sekali pelaksanaan survei akreditasi puskesmas, surveior terdiri dari tiga bidang yaitu, surveior bidang administrasi dan manajemen, bidang upaya kesehatan masyarakat dan bidang upaya kesehatan perseorangan.

Mereka adalah orang-orang yang telah dipilih oleh lembaga independen akreditasi dan telah melalui proses pelatihan pada bidang masing-masing. Perlu pula diketahui bahwa untuk dapat menjadi surveior, kementrian kesehatan menetapkan syarat-syaratnya sebagaimana yang tercantum pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015.

Syarat Menjadi Surveior Akreditasi Puskesmas Berdasarkan PMK Nomor 46 Tahun 2015


Bidang Administrasi dan Manajemen


Adapun syarat untuk menjadi surveyor bidang administrasi dan manajemen adalah sebagai berikut:
  1. Tenaga kesehatan dengan pendidikan paling rendah Strata Satu (S1) bidang kesehatan;
  2. Mempunyai pengalaman bekerja di Puskesmas, mengelola program pelayanan kesehatan dasar, dan/atau mengelola program mutu pelayanan kesehatan dasar paling singkat 3 (tiga) tahun;
  3. Memiliki sertifikat pelatihan surveior Akreditasi yang diterbitkan oleh lembaga independen penyelenggara Akreditasi.

Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat


Adapun syarat untuk menjadi surveyor bidang Upaya Kesehatan Masyarakat adalah sebagai berikut:
  1. Tenaga kesehatan dengan pendidikan paling rendah Strata Satu (S1) bidang kesehatan;
  2. Mempunyai pengalaman bekerja di Puskesmas dan/atau mengelola program pelayanan kesehatan dasar paling singkat 3 (tiga) tahun;
  3. Memiliki sertifikat pelatihan surveior Akreditasi yang diterbitkan oleh lembaga independen penyelenggara Akreditasi.

Bidang Upaya Kesehatan Perseorangan


Adapun syarat untuk menjadi surveior bidang Upaya Kesehatan Perseorangan adalah sebagai berikut:
  1. Tenaga medis;
  2. Pernah bekerja di Puskesmas dan/atau Klinik paling singkat 1 (satu) tahun;
  3. Memiliki sertifikat pelatihan surveior Akreditasi yang diterbitkan oleh lembaga independen penyelenggara Akreditasi.

Melihat dari persyaratan tersebut diatas, menurut kami pada point 1 dan 2 dari masing-masing bidang tidak terlalu sulit, yang sulit adalah pada poin 3. Untuk mendapatkan sertifikat pelatihan tentunya kita harus mengikuti pelatihan surveior. Namun, sampai sekarang kami belum mendapatkan informasi tentang bagaimana agar dapat mengikuti pelatihan tersebut. Sekiranya kedepan kami menemukan informasinya maka akan kami bagikan melalui blog ini. Oleh karena itu, tetap ikuti terus setiap tulisan pada blog ini dengan berlangganan tulisan secara gratis melalui kolom berlangganan yang ada dibawah.

INDAHNYA BERBAGI
Bagikan tulisan ini. Jangan berhenti pada anda, mungkin ada teman yang membutuhkan.
INGIN MENDAPATKAN ARTIKEL TERBARU SECARA GRATIS?
Cukup Ketik Email Anda, Klik Berlangganan, Lalu Buka Email Masuk Anda dan Klik Link yang Diberikan untuk Konfirmasi.

8 Komentar Untuk "Syarat Menjadi Surveior Akreditasi Puskesmas Berdasarkan PMK Nomor 46 Tahun 2015"

  1. mohon admin meng email saya apabila ada pelatihan surveyor akreditasi puskesmas di langsaacehindonesia@gmail.com , trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan berlangganan informasi pada blog ini, jika ada informasi tentang pelatihan surveyor pasti akan kami posting disini. Selain itu ada banyak informasi kesehatan terbaru yang akan di posting disini.

      Hapus
  2. saya ingin mendaftar jadim surveyor puskesmas tapi belum pernah kerja di puskesmas
    akan tetapi banyak teman saya yg tidak pernah di puskesmas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang itu no comment saya pak gatot. Hehehe

      Hapus
  3. Daftar jd surveior kmana ya?

    BalasHapus
  4. Dah 20 tahun saya jadi kepala puskedmas
    Mau tantangan baru menjadi surveyor

    BalasHapus
  5. sekarang ini muungkin hanya ada pelatihan surveior yang dilaksanakan Kemenkes, gratis. jadi kalau mau jadi surveior harus mendaftar on line dulu. Kalau dinilai lulus berkas (tahap 1), maka akan dipanggil untuk seleksi tahap 2 (wawancara dan praktik komputer). kalau panitia menganggap kita lulus tahap 2 ini maka panitia akan menjadwalkan utk memanggil kita utk mengikuti pelatihan surveior. Sepengetahuan saya, di Kemenkes untuk tahn 2018 ini, fase pendaftaran sdh ditutup. Jadi Panitia hanya memanggil yg lulus administrasi (tahap 1) saja untuk mengikuti seleksi tahap 2, dst

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih Bapak Edi Sampana atas informasinya.

      Hapus

Kami sangat berterimaksih jika anda meluangkan waktu memberikan komentar sesuai dengan tema pembahasan.