Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Partisipatif dalam Pembangunan Kesehatan

Penyuluhan partisipatif adalah kegiatan terencana berupa pendidikan non formal, yang perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya melibatkan sasaran didik secara aktif (pemeran utama).

Pelaibatan masyarakat setempat sebagai sasaran didik dilakukan mulai perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam perencanaan, identifikasi masalah dan kebutuhan yang menjadi titik tolak perencanaan penyluhan harus yang dirasakan dan dinyatakan oleh masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaan, anggota masyarakat menjadi parameter utama, potensi (pengetahuan, keterampilan, pengalaman) mereka yang ada dimanfaatkan secara maxsimal, penyluh sebagai fasilitator.

Dalam tahap evaluasi, pendapat masyarakat menentukan. Apakah semua yang dilakukan tepat atau berhasil, atau kurang berhasil.

Dalam pemberdayaan dan penyuluhan ini petugas penyuluh bertindak sebagai inisiator dan organisator awal (bukan memutuskan segalanya), yang secara perlahan peran itu akan dialihkan kepada anggota (pengurus) masyarakat.

Pada tahap awal, masyarakat pasti belum siap untuk mampu dan mau berpartisipasi. Kebutuhan pelatihan masyarakat harus benar-benar digali dari masyarakat, bukan diasumsikan oleh penyuluh. Ini menyangkutt substansi penyuluh.

Dalam penyuluhan partisipatif sikap penyuluh terhadap masyarakat sangat penting. Anggota masyarakat bukan pegawai pemerintah dan bukan bawahan penyuluh, jadi jangan diperintah atau dipaksa untuk melakukan segala sesuatu yang dikehendaki pemerintah.

Dalam penyuluhan partisipatif anggota masyarakat adalah mitra kerja penyuluh untuk bekerjasama berusaha mencapai tujuan penyuluhan.

Sebagai fasilitator, penyuluh wajib melayani anggota masyarakat dengan baik agar mereka dapat "belajar" dan berdaya dengan lebih cepat dan berhasil.

Jika program pemberdayaan masyarakat telah ditentukan segala-galanya dari "pusat", maka bukanlah program masyarakat yang baik.

Penyuluh dilapangan harus menusun program penyuluhan dengan melakukan improvisasi, inovasi, inisiatif dan memperhatikan potensi-potensi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setempat.

Untuk memberdayakan masyarakat kita harus menempatkan masyarakat suatu identitas mandiri, memiliki kewaspadaan dan memiliki potensi untuk menumbuhkan kehidupan yang lebih baik.

Jika masyarakat didorong-dorong untuk mengikuti arahan pemerintah, akan berdampak melemahnya partisipasi masyarakat dan lemahnya sikap kritis kepada pemerintah.

Pendekatan yang keliru bisa berakibat kuurangnya motivasi dan daya dorong masyarakat untuk ikut terlibat dalam melakukan prakarsa, perencanaan, memberikan usul, merumuskan, memperdebatkan, dan mengevaluasi serta melakukan pengawasan terhadap kebijakan publik ditingkat pusat ataupun lokal.

Penyuluhan partisipatif pada hakekatnya adalah mendorong dan memberi ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk melakukan inisiatif dan partisipasi soasial.Adanya partisipasi sosial menjadi indikator yang sangat penting untuk keberhasilan penyuluhan partisipatif.

Patisipasi sosial diartikan sebagai keterlibatan sukarela masyarakat dalam kolompok sosial dan kegiatannya. Disini ada kelompok-kelompok sosial setempat menjadi sangat penting. Misalnya perlu adanya inisiatif terbentuknya "Kelompok Remaja Sehat" dari bawah. Jangan memberi kesan kelompok bentukan pemerintah.

Kelompok ini harus benar-benar "milik" masyarakat setempat dan tidak menjadi organisasi milik instansi lain.

Pemeran utama kegiatan kelompok adalah masyarakat sedangkan penyuluh sebagai penggali dan pengembang potensi masyarakat.

Masyarkat diajak menyadari (bukan digurui) apa saja manfaat (fungsi) kesehatan remaja dan bahaya apa saja yang muncul dimasyarakat kalangan remaja. Masyarakat diingatkan akan adanya kasus-kasus di nusantara bahkan dunia yang merugikan terkait kehidupan remaja yang tidak sehat.

Hal-hal tersebut dilakukan melalui ceramah tetapi melalui dialok yang dilakukan berkali-kali. Menurut mereka apa yang harus dilakukan dan siapa yang harus melakukan.

Dalam kelompok masyarakat diberi peluang membuat analisa dan mengambil keputusan yang bermanfaat bagi mereka sendiri dan menentukan cara-cara untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.

Penyuluh menentukan batas-batas kebebasan mereka, misalnya menentukan batas perilaku untuk seorang remaja, hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada tingkatan usia tersebut dan berusaha mempercepat perubahan dan memacu merangsang timbulnya kemampuan masyarakat untuk menentukan langkahnya sendiri dan kemampuan untuk menolong dirinya sendiri.

Penyuluh menyediakan informasi tentang berbagai alternatif kegiatan yang bisa dilakukan ditingkat remaja untuk dipilih atau dimodifikasi sendiri oleh kelompok remaja tersebut.

Tujuan pendekatan ini adalah agar masyarakat memperoleh pengalaman belajar mengembangkan dirinya melalui pemikiran dan tindakan yang dirumuskan sendiri secara kolektif. Disinilah letak hakekat "Pemberdayaan Masyarakat".

Prinsip-prinsip dasar yang harus digunakan dalam pemberdayaan masyarakat adalah bahwa masyarakat memiliki potensi untuk memecahkan masalah sendiri, partisipatif, demokratis, kesukarelaan dan berkeadaban.

Jadi kalau masyarakat terlihat tidak partisipatif, maka yang harus dipertanyakan adalah apakah cara pemberdayaan sudah benar.

Untuk memberdayakan masyarakat langkah awal yang sangat penting adalah pengorganisasian masyarakat sasaran ke dalam kelompok (unit) yang akan menjadi wahana pemberdayaan.

Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan Partisipatif
Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan Partisipatif

Pengorganisasian masyarakat adalah proses membangun kekuatan dengan melibatkan anggota masyarakat sebanyak mungkin melalui proses:
  1. Mengenali ancaman yang ada secara bersama;
  2. Mengenali penyelesaian-penyelesaian yang diinginkan terhadap ancaman yang ada;
  3. Mengenali orang-orang dan struktur, birokrasi, perangkat yang ada agar proses penyelesaian yang dipilih menjadi mungkin dilakukan;
  4. Menyusun sasaran/tujuan yang harus dicapai;
  5. Membangun sebuah institusi yang secara demokrasi diawasi oleh seluruh anggota;
  6. Membangun kapasitas (belajar, berlatih, mencari dukungan, menggalang dana, dll) untuk menangani ancaman yang ada.
  7. Menampung semua keinginan dan kekuatan anggota yang ada.
Jadi pengorganisasian bukan hanya sekedar melakukan pengerahan masyarakat untuk mencapai suatu kepentingan semata, tetapi suatu proses pembangunan organisasi masyarakat yang dilaksanakan dengan jalan mencari permasalahan dan tujuan bersama dan kemudian mencari penyelesaian secara bersama pula yang didasarkan pada potensi yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan.

Penyuluhan partisipatif ini mengutamakan pengembangan masyarakat berdasarkan dialog atau musyawarah yang demokratis. Pendapat dan usulan masyarakat merupakan sumber utama gagasan yang harus ditindaklanjuti secara kritis, sehingga partisipasi masyarakat dalam merencanakan, membuat keputusan dan melaksanakan program merupakan tonggak yang sangat penting.

Tujuan utama pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan partisipatif adalah berkembangnya kesadaran masyarakat sehingga mampu mengelola sumberdaya mereka dan lingkungannya.

Penyuluhan partisipatif melalui pengorganisasian masyarakat adalah penumbuhan kesadaran kritis, partisipasi aktif, pendidikan (nonformal) berkelanjutan dan penggalangan kekuatan masyarakat.

Jadi pemberdayaan masyarakat adalah bagian dari pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermuara pada peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk memecahkan masalah yang mengancam kehidupan mereka.

Demikianlah informasi yang dapat kami bagikan, semoga dapat bermanfaat. Jika ingin berlangganan informasi dari kami secara gratis, silakan BERLANGGANAN melalui kolom berlangganan yang kami sediakan dibawah.

Posting Komentar

Kami sangat berterimaksih jika anda meluangkan waktu memberikan komentar sesuai dengan tema pembahasan.

Lebih baru Lebih lama

Iklan

نموذج الاتصال