Sindroma Nefrotik: Definisi, Penyebab dan Gambaran Klinis - MITRA KESMAS

Sindroma Nefrotik: Definisi, Penyebab dan Gambaran Klinis

Sindroma Nefrotik adalah suatu sindroma (kumpulan gejala-gejala) yang terjadi akibat berbagai penyakit yang menyerang ginjal dan menyebabkan:
  • proteinuria (protein di dalam air kemih lebih dari 3 gram per 24 jam)
  • menurunnya kadar albumin dalam darah
  • penimbunan garam dan air yang berlebihan
  • meningkatnya kadar lemak dalam darah.
Sindroma ini bisa terjadi pada segala usia. Pada anak-anak, paling sering timbul pada usia 18 bulan – 4 tahun dan lebih banyak menyerang anak laki-laki.

Penyebab

Penyebab terjadinya Sindroma Nefrotik yaitu adanya perubahan permeabilitas barrier filtrasi glomerulus terhadap protein.

Gambaran Klinis

Gejala awalnya bisa berupa:
  • berkurangnya nafsu makan
  • pembengkakan kelopak mata
  • nyeri perut
  • pengkisutan otot
  • pembengkakan jaringan akibat penimbunan garam dan air
  • air kemih berbusa.
Perut bisa membengkak karena terjadi penimbunan cairan dan sesak nafas bisa timbul akibat adanya cairan di rongga sekitar paru-paru (efusi pleura).

Gejala lainnya adalah pembengkakan lutut dan kantung zakar (pada pria). Pembengkakan yang terjadi seringkali berpindah-pindah; pada pagi hari cairan tertimbun di kelopak mata dan setalah berjalan cairan akan tertimbun di pergelangan kaki. Pengkisutan otot bisa tertutupi oleh     pembengkakan.

Pada anak-anak bisa terjadi penurunan tekanan darah pada saat penderita berdiri dan tekanan darah yang rendah (yang bisa menyebabkan syok). Tekanan darah  pada  penderita  dewasa  bisa  rendah,  normal  ataupun tinggi.

Produksi air kemih bisa berkurang dan bisa terjadi gagal ginjal karena rendahnya volume darah dan berkurangnya aliran darah ke ginjal.

Kadang gagal ginjal disertai penurunan pembentukan air kemih terjadi secara tiba-tiba.

Kekurangan gizi bisa terjadi akibat hilangnya zat-zat gizi (misalnya glukosa) ke dalam air kemih.

Pertumbuhan anak-anak bisa terhambat. Kalsium akan diserap dari tulang. Rambut dan kuku menjadi rapuh dan bisa terjadi kerontokan rambut. Pada kuku jari tangan akan terbentuk garis horisontal putih yang penyebabnya tidak diketahui.

Lapisan perut bisa mengalami peradangan (peritonitis). Sering terjadi infeksi oportunistik (infeksi akibat bakteri yang dalam keadaan normal tidak berbahaya).

Tingginya angka kejadian infeksi diduga terjadi akibat hilangnya antibodi  ke dalam air kemih atau karena berkurangnya pembentukan antibodi.

Terjadi kelainan pembekuan darah, yang akan meningkatkan resiko terbentuknya bekuan di dalam pembuluh darah (trombosis), terutama di dalam vena ginjal yang utama. Di lain fihak, darah bisa tidak membeku dan menyebabkan perdarahan hebat.

Tekanan darah tinggi disertai komplikasi pada jantung dan otak paling mungkin terjadi pada penderita yang memiliki diabetes dan penyakit jaringan ikat.

Penderita Sindroma Nefrotik
Penderita Sindroma Nefrotik

Perhatian

Jika ditemukan penyakit Sindroma Nefrotik sebagaimana yang dijelaskan diatas, segra temui petugas kesehatan untuk mendapat pertolongan atau pengobatan yang tepat.

Berlangganan artikel via email:

0 Response to "Sindroma Nefrotik: Definisi, Penyebab dan Gambaran Klinis"

Posting Komentar

Kami sangat berterimaksih jika anda meluangkan waktu memberikan komentar sesuai dengan tema pembahasan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel