10 Tanda Autis (Autisme) pada Anak yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Pada tahun 1943 seorang psikiater anak (Leo Kanner) menjabarkan dengan sangat rinci gejala-gejala ‘aneh’ yang ditemukan pada 11 pasien kecilnya. Leo Kanner melihat banyak sekali persamaan gejala pada anak-anak ini, tetapi yang sangat menonjol adalah mereka sangat asyik dengan dirinya sendiri seolah-olah mereka hanya hidup dalam dunianya sendiri. Maka dia memakai istilah ‘autisme’ yang artinya hidup dalam dunianya sendiri. Karena ada juga orang dewasa yang menunjukkan gejala ‘autisme’, maka untuk membedakannya dipakai istilah ‘early infantile autism’ atau autisme infantil. Dia membuat hipotesis bahwa anak-anak ini kemungkinan menderita gangguan metabolisme yang telah dibawa sejak lahir (inborn error of metabolism). Gangguan metabolisme ini menyebabkan anak tersebut tidak dapat bersosialisasi. Namun pada zaman itu alat kedokteran belum secanggih sekarang sehingga Kanner tidak dapat membuktikan hipotesisnya (Budhiman, 2001; Hartono, 2002).

10 Tanda Anak Autis (Autisme)

Anak-anak dengan autisme sering menunjukkan berbagai tanda dan perilaku yang berbeda-beda. Setiap anak bisa mengalami gejala autisme dengan intensitas yang berbeda. Berikut ini 10 tanda anak yang autis (autisme), jika menemukan separuh dari tanda-tanda ini, sebaiknaya konsultasikan dengan ahli atau profesional di bidang perkembangan anak:

1. Sulit bersosialisasi dengan anak-anak lainnya

Anak dengan autisme mungkin mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial. Mereka mungkin tidak memiliki keterampilan komunikasi verbal atau non-verbal yang cukup untuk bermain atau berbicara dengan teman sebaya mereka.

2. Tertawa atau tergelak tidak pada tempatnya

Beberapa anak dengan autisme mungkin menunjukkan riset yang tidak sesuai dengan situasi atau menggelak tanpa sebab yang jelas. Ini bisa menjadi hasil dari sensitivitas sensorik atau kesulitan dalam memahami konteks sosial.

3. Tidak pernah atau jarang sekali kontak mata

Banyak anak dengan autisme cenderung menghindari kontak mata. Mereka mungkin merasa tidak nyaman atau kesulitan dalam memahami pesan yang disampaikan melalui mata.

4. Tidak peka terhadap rasa sakit

Beberapa anak dengan autisme mungkin memiliki ambang rasa sakit yang lebih tinggi atau kurangnya kesadaran terhadap rasa sakit, sehingga mereka tidak merespons dengan benar terhadap cedera atau ketidaknyamanan.

5. Lebih suka menyendiri, sifatnya agak menjauhkan diri

Anak dengan autisme sering memiliki preferensi untuk bermain atau menjalani aktivitas sendirian daripada bersama anak-anak lain. Mereka mungkin merasa lebih nyaman di lingkungan yang tenang dan terstruktur.

6. Suka benda-benda yang berputar/memutarkan benda

Ketertarikan pada gerakan berputar atau memutar benda adalah salah satu ciri khas autisme. Anak-anak ini mungkin sangat fokus pada gerakan ini dan merasa tertarik atau nyaman dengan aktivitas semacam itu.

7. Ketertarikan pada suatu benda secara berlebihan

Anak dengan autisme bisa memiliki minat khusus yang sangat mendalam pada suatu benda atau subjek tertentu. Mereka mungkin akan belajar dan berbicara tentang minat ini dengan sangat mendalam.

8. Hiperaktif/melakukan kegiatan fisik secara berlebihan atau malah tidak melakukan apapun (pendiam)

Beberapa anak dengan autisme bisa sangat hiperaktif dan memiliki energi berlebihan, sementara yang lain mungkin cenderung pendiam atau enggan untuk melakukan aktivitas fisik.

9. Tantrum-suka mengamuk/memperlihatkan kesedihan tanpa alasan yang jelas

Anak dengan autisme mungkin memiliki kesulitan dalam mengungkapkan perasaan atau frustrasi mereka. Ini bisa menghasilkan perilaku tantrum atau ekspresi emosi yang kuat tanpa alasan yang jelas.

10. Kecakapan motorik kasar/motorik halus yang tidak seimbang

Beberapa anak dengan autisme mungkin mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan motorik kasar atau halus, seperti bermain bola atau menumpuk balok. Namun, kemampuan motorik ini dapat sangat bervariasi antara anak-anak dengan autisme.

M-CHAT (Modified Checklist for Autismem in Toddlers)

M-CHAT merupakan checklist untuk mendeteksi dini adanya potensi autisme pada anak dengan menjawab 7 (tujuh) pertanyaan terkait keadaan anak Anda. Bila terdapat 2 (dua) atau lebih pertanyaan dengan jawaban TIDAK, maka Anda sebaiknya berkonsultasi dengan profesional yang ahli dengan perkembangan anak.

Jawab pertanyaan ini dengan YA atau TIDAK, sesuai dengan kondisi anak Anda.

  1. Apakah anak Anda tertarik pada anak-anak lain?
  2. Apakah anak Anda dapat menunjuk untuk memberitahu ketertarikannya pada sesuatu?
  3. Apakah anak Anda menatap mata Anda lebih dari 1 atau 2 detik?
  4. Apakah anak Anda pernah membawa suatu benda untuk diperlihatkan pada orang tua?
  5. Apakah anak Anda dapat meniru tingkah laku Anda?
  6. Apakah anak Anda berespon bila dipanggil namanya?
  7. Bila Anda menunjuk mainan dari jarak jauh apakah anak Anda akan melihat ke arah mainan tersebut?

Catatan: Bila terdapat 2 atau lebih jawaban TIDAK, maka sebaiknya konsultasikan dengan tenaga profesional atau ahli. Chacklist ini bukan untuk mendiagnosa melainkan sebagai skrining atas perkembangan anak.