Otitis Media: Definisi, Penyebab dan Gambaran Klinis - MITRA KESMAS

Otitis Media: Definisi, Penyebab dan Gambaran Klinis

Otitis media adalah infeksi atau inflamasi/peradangan di telinga tengah. Pada artikel kali ini akan membahas tentang otitis media dalam dua bagian yaitu Otitis Media Akut (OMA) dan Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK).

Otitis Media Akut (OMA)

Otitis Media Akut merupakan radang akut telinga tengah yang terjadi terutama pada bayi atau anak yang biasanya didahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas.

Penyebab OMA

Kuman penyebab Otitis Media Akut adalah bakteri pirogenik seperti : Streptokokus hemolitikus, Pneumokokus atau Hemofilus influenza.

Gambaran klinik OMA

Keluhan dan gejala yang timbul tergantung dari stadium OMA yaitu :
1.    Stadium oklusi tuba
2.    Stadium hiperemis
3.    Stadium supurasi
4.    Stadium perforasi
5.    Stadium resolusi

Gejala OMA adalah :
  1. Anak gelisah atau ketika sedang tidur tiba-tiba terbangun, menjerit sambil memegang telinganya.
  2. Demam dengan suhu tubuh yang tinggi dan kadang-kadang sampai kejang.
  3. Kadang-kadang disertai dengan muntah dan diare

Tanda OMA adalah :
  1. OMA Stadium oklusi tuba: Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani suram, refleks cahaya memendek dan menghilang.
  2. OMA Stadium hiperemis: Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani hiperemis dan udem serta refleks cahaya menghilang.
  3. OMA Stadium supurasi: Keluhan dan gejala klinik bertambah hebat. Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani menonjol keluar (bulging) dan ada bagian yang berwarna pucat kekuningan.
  4. OMA Stadium perforasi: Anak yang sebelumnya gelisah menjadi lebih tenang, demam berkurang. Pada pemeriksaan otoskopik tampak cairan di liang telinga yang berasal dari telinga tengah. Membran timpani perforasi.
  5. Stadium resolusi: Pemeriksaan otoskopik, tidak ada sekret/ kering dan membran timpani berangsur menutup.

Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

Istilah sehari-hari untuk Otitis Media Surpuratif Kronik (OMSK) dikenal sebagai congek. Dalam perjalanan penyakit ini dapat berasal dari OMA stadium perforasi yang berlanjut, sekret tetap keluar dari telinga tengah dalam bentuk encer, bening ataupun mukopurulen. Proses hilang timbul atau terus menerus lebih dari 2 minggu berturut-turut. Tetap terjadi perforasi pada membran timpani.

Beberapa faktor yang menyebabkan OMA menjadi OMSK adalah :
  1. pengobatan terlambat diberikan dan tidak adekuat
  2. virulensi kuman tinggi
  3. daya tahan tubuh/ gizi/ hygiene kurang

OMSK dibagi menjadi 2 tipe :
  1. OMSK tipe benigna/ mukosa/ aman
  2. OMSK tipe maligna/ tulang/ bahaya

Otitis Media sendiri adalah suatu infeksi yang mengenai telinga bagian tengah (lihat gambar penampang telinga). Infeksi ini disertai dengan pengeluaran cairan (dapat bening atau keruh) dari liang telinga sehingga disebut supuratif. Istilah kronik digunakan apabila penyakit ini hilang timbul atau menetap selama 2 bulan atau lebih.

Apabila terjadi kekambuhan setelah sebelumnya terjadi penyembuhan maka disebut mengalami eksaserbasi akut (Acute exacerbation).

Pada pemeriksaan telinga didapatkan adanya gendang telinga yang keruh atau robek. Kelainan ini dapat terjadi pada 1 telinga atau dapat mengenai 2 telinga.

Penyebab OMSK

Kuman penyebab OMSK antara lain kuman Staphylococcus aureus (26%), Pseudomonas aeruginosa (19,3%), Streptococcus epidermidis (10,3%), gram positif lain (18,1%) dan kuman gram negatif lain (7,8%).

Gambaran klinik OMSK

Biasanya pasien mendapat infeksi telinga ini setelah menderita infeksi saluran napas atas misalnya influenza atau sakit tenggorokan. Melalui saluran yang menghubungkan antara hidung dan telinga (tuba Auditorius), infeksi di saluran napas atas yang tidak diobati dengan baik dapat menjalar sampai mengenai telinga.

Otitis Media
Otitis Media

Perhatian

Jika ditemukan penyakit telinga sebagaimana yang disebutkan diatas, segera hubungi petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Berlangganan artikel via email:

0 Response to "Otitis Media: Definisi, Penyebab dan Gambaran Klinis"

Posting Komentar

Kami sangat berterimaksih jika anda meluangkan waktu memberikan komentar sesuai dengan tema pembahasan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel